Oleh Muhammad Zulfitrah Dassir
Tulisan ini bukan sebagai validasi kehidupan Rumah Tangga penulis tetapi sekedar sharing terkait berumah tangga yang penulis ikhtiarkan.
Menurut penulis kata Tangga pada Rumah Tangga, memiliki makna yang luar biasa, dimana tangga menggambarkan keinginan untuk menuju atau naik kesuatu tempat begitupun rumah tangga yang pada hakikatnya suami istri berawal dari pernikahan telah melangkah menaiki tangga secara bersama-sama dimana tiap anak tangga memiliki cerita masing-masing yang harus dilalui suami istri. Ya...itu sekedar cocoklogi ya... Jadi yang kurang sependapat mohon dimaafkan.
Rumah tangga merupakan fase kehidupan baru seorang laki-laki maupun perempuan. Dimana Allah telah memberikan peran masing-masing kepada keduanya sebagai suami dan istri.
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka wanita yang saleh adalah yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara mereka" An-Nisa 34.
Jadi kaum laki-laki memiliki peran dalam rumah tangga sebagai pemimpin, kapten, kepala keluarga dalam rumah tangga. Sebaliknya istri memiliki peran tersendiri sebagai orang yang dipimpin, yaitu taat kepada suaminya (dalam kebaikan).
Kehidupan berumah tangga sangatlah kompleks dan tak bisa disamakan satu dengan yang lainnya karena setiap rumah tangga memiliki ujiannya masing-masing.
Tapi ada satu tujuan yang sama yaitu kebahagiaan, keberkahan (banyaknya kebaikan) atau kita sering mendoakan seseorang agar menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah, tak hanya didunia terlebih diakhirat.
Tujuan ini hanya bisa tercapai dengan membangun rumah tangga dengan pondasi CINTA KARENA ALLAH.
Cinta karena Allah, sebuah kalimat yang sangat indah, tetapi banyak diantara kita yang kurang tahu hakikatnya. Suami istri yang bangunan rumah tangganya diwarnai dengan niat mendekatkan diri kepada Allah telah mencapai makna sesungguhnya bahwa menikah adalah ibadah.
Untuk mencapai hal tersebut maka ILMU adalah satu-satunya cara. Belajar bagaimana hak dan kewajiban suami, mempelajari hak dan kewajiban istri dalam Islam, berusaha melaksanakan perannya masing-masing.
Sehingga bagaimanapun masalah yang muncul nantinya dengan ilmu agama sebagai pondasi maka mereka akan kuat menghadapi berbagai ujian dalam berumah tangga kedepannya.
Peran Suami....
Peran suami sangatlah penting karena dia adalah pemimpin rumah tangga. Dia wajib bekerja mencari nafkah kepada keluarganya, begitupun menjaga dan mendidik istri dan anak-anaknya.
Peran istri.....
Sebagai pendamping dan penyejuk bagi suami, melayani dan taat kepada suami, mengurus rumah tangga, medidik anak-anaknya, menjaga rumah dan harta suaminya.
Menjadi berita yang miris saat ini banyak sekali terjadi perceraian hingga berita-berita seorang suami melakukan KDRT kepada istri begitupun sebaliknya, suami bunuh istri, istri bunuh suami, hingga berita seorang ibu memberikan racun kepada anak-anaknya.
Hal tersebut bisa jadi karena rumah tangga kita jauh dari ilmu agama, jauh dari rahmat Allah.
Berikut tips dari penulis untuk ikhtiar dalam berumah tangga :
1. Pertama, niatkan karena Allah, tentukan arah, tujuan, visi rumah tangga dan yang terbaik adalah membangun keluarga diatas agama, sunnah. Suami sebagai pemimpin memastikan bahwa arah tujuan ini tetap berada dijalan yang tepat.
2. Kedua, jagalah hati dan pandanganmu untuk menjaga pasangan kita. Seorang laki-laki harus memiliki batas dalam berinteraksi dengan wanita lain dan senantiasa menjaga pandangan. Karena bukan istrimu yang kurang cantik lagi tapi pandanganmu yang perlu jaga kepada wanita lain. Begitupun bagi wanita, jangan mudah dekat dengan laki-laki lain harus ada batas interaksi.
3. Kenali pasanganmu, taaruf bukanlah hanya sampai akad nikah tetapi sampai ajal menjemput. Jadi prosesnya sepanjang hayat, pertambahan umur, jumlah tanggungan dapat mempengaruhi sifat pasanganmu.
4. Hindari miskomunikasi, selesaikan masalah tanpa mengedepankan egois melainkan komunikasi yang baik. Suami istri jangan malu untuk meminta maaf kepada pasangan.
5. Jauhi perbuatan dosa, dosa bisa menjadi sebab perubahan sikap pasanganmu, anak-anakmu, disebabkan dari dosa yang tak terlihat.
6. Jangan umbar permasalah rumah tanggamu kepada orang lain begitupun aib dalam rumah tangga harus dijaga rapat-rapat. Kecuali orang itu bisa memberikan solusi.
Jadi perlu seorang suami istri mendesain ulang kehidupan rumah tangganya dengan tujuan ibadah karena Allah.

Komentar
Posting Komentar