Cerita Pengalaman Kena Penyakit Cacar Air ketika Dewasa



oleh Muhammad Zulfitrah Dassir

Saya ingin menceritakan sedikit pengalaman ketika kena cacar air ketika usia dewasa yang baru terjadi beberapa minggu lalu ketika umurku 29 tahun. 

Penyakit cacar air merupakan penyakit yang sudah sering kita dengar dan saksikan terutama terjadi kepada balita hingga anak-anak. Berbeda dengan orang dewasa yang mungkin jarang kita temukan atau hanya beberapa orang saja, karena katanya penyakit ini hanya menyerang satu kali saja seumur hidup jadi yang belum pernah kena cacar ketika balita atau anak-anak, ya bersiaplah ketika dewasa. 

Itu katanya..., tetapi setelah bertanya kepada dokter dan menelusuri di internet ternyata penyakit cacar bisa terjadi lebih dari satu kali, karena sejatinya virus cacar dalam tubuh itu tidak hilang hanya tidur, sehingga ketika imun kita rendah bisa jadi virusnya menjadi aktif kembali. Jadi waspadalah, jaga agar imun kita tetap baik dengan pola hidup sehat. 

Kembali kecerita saya, tepatnya tanggal 30 Desember 2024, saya mengeluhkan sakit disekujur tubuh, sehingga saat dikantor saya seperti orang kelelahan yang kerjaannya mengantuk dan kadang ambil kesempatan tidur ketika pekerjaan beres. 

Lanjut, malamnya saya merasakan demam tapi tidak begitu tinggi, saya hanya mengira karena efek kecapean habis ujian akhir atau UAS di Universitas Terbuka, jurusan hukum (sedikit promosi,hehe). 

Besoknya tanggal 31Desember 2024, masih dalam kondisi sama yaitu pegal diseluruh badan dan agak demam, saat itu saya memutuskan untuk istirahat tidak kekantor. 

Sekitar pukul 08.00 pagi, perasaan sudah agak baikan saya berencana hari itu untuk pulkam dikampung karena besoknya libur tahun baru untuk bertemu istri dan anak yang sudah terlebih dahulu pulkam tepatnya di kab. Pangkep. 

Sayapun bersiap-siap packing pakaian yang akan dibawah, lanjut mandi. Ketika mandi saya baru menyadari agak perih didada dan saya melihat dua bekas bintil berisi air yang sudah pecah, lumayan perih sih. 

Sayapun tidak langsung mengetahui bahwa itu cacar karena bisa jadi karena gigitan semut atau lainnya. Tapi rasa was-was tetap ada selama perjalanan pulkam karena kondisi perasaan yang kembali tidak enak hingga saya memutuskan singgah di penjual kelapa untuk menenangkan diri dan istirahat sejenak. 

Saya kembali melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor matic, meskipun diperjalanan saya merasa kembali letih dan demam tetapi alhamdulillah sampai dirumah dengan selamat (Rumah ortu). 

Saat itu istri dan anak saya berada dirumah orangtuanya juga karena kebetulan rumah kami berada dikampung yang sama, namanya kampung Ujungloe. 

Sayapun menceritakan ke istri bahwa saya kurang fit dan tidak bisa lebih awal bertemu, hingga saya juga menceritakan tentang bintil merah dan ruam yang didada. Seketika istri saya menyebut saya kena kata Cacar Air dan harus diisolasi. 

Perasaan yang tak kawuran saat itu melanda karena rencana kumpul keluarga diakhir tahun 2024 menjadi tidak bisa kuikuti. 

Sayapun juga menceritakan kepada orang tua bahwa kemungkinan besar saya kena cacar air dan harus diisolasi dikamar. 

Keesokan harinya hari kedua,bintil-bintil merah yang berisi air bertambah didada, dipunggung, dikepala hingga dilenhan, meskipun belum begitu banyak tapi sudah tersebar. Istri dan Orang tua saat itu sudah cemas dan melarang untuk mandi agar cacarnya tidak bertambah (perkataan orang tua dahulu). Tetapi rasa gatal yang begitu tak tertahankan sehingga saya merasa harus mandi, betul setelah mandi dengan air hangat badan terasa lebih segar, gatal berkurang dan lebih nyaman. Ya sebelumnya saya juga mencari informasi tentang mandi ketika cacar lebih baik untuk mengurangi rasa gatal tetapi lebih baik memakai air hangat, dan sabun yang lembut anti bakteri dan jangan digosok ya sehingga bintil-bintilnya tidak pecah. 

Hari ketiga, bintil-bintil semakin parah hingga menyebar kewajah. Cacar wajahku  terbilang parah karena hampir memenuhi seluruh wajah. Saat itu saya hanya menggunakan salep antivirus dan obat paracetamol mengobati, tetapi belum ada progress penyembuhan saat itu.

Orang tua mensarankan agar ikhtiar kedokter kulit dan saya pun mengiyakan karena saat sudah pasrah dan berharap secepatnya sembuh. 

Diagnosa dokter kulit sama yaitu cacar air dan saya diberi begitu banyak obat seperti kapsul antivirus yang diminum lima kali sehari, salep, penurun panas, obat gatal, bedak gatal, antibiotik yang harus saya minum dan beberapa obat seperti antivirus dan antibiotik harus dihabiskan. 

Ya.. Kata dokter saat itu saya boleh mandi bahkan dianjurkan untuk mandi dan meminum obat secara teratur agar cacar cepat matang dan virusnya tidak berkembang lagi, ternyata persepsi saya saat itu bahwa cacar harus "keluar semua bintil-bintilnya" dipatahkan oleh dokter katanya obat antivirus berfungsi menghambat virus agar tidak berkembang atau mati sehingga dapat meminimalisir bintil-bintil yang keluar. 

Yaa... dalam hati mungkin saya agak telat kedokternya karena sudah menyebar keseluruh tubuh dari kaki hingga kepala dan dibagian wajah lumayan parah sehingga saat  itu saya lumayan minder, kurang pede saat keluar. Qadarullah... 

Setelah minum obat dengan teratur, alhamdulillah ada perubahan sedikit demi sedikit hingga hari ke lima hingga ketujuh cacarnya mulai menghitam, matang dan beberapa pecah dan beberapa mengecil dengan sendirinya dan meninggalkan bekas cacar atau bopeng berwarna hitam. 

Setelah sembilan hari, kondisi cacar dibadan, dilengan, dipaha, dikaki dan diwajah dan dikepala meninggalkan flek hitam, sayapun mulai masuk kantor pada hari ke sepuluh. 

Setelah kena cacar... 
Bekas flak hitam sangat mengganggu penampilan apalagi diwajah kita. Banyak saran oleh teman-teman menggunakan masker jagung, kunyit, lidah buaya hingga madu. Tapi setelah mencari informasi di internet, sudah banyak produk skincare yang berfungsi menghilangkan flak hitam diwajah. 

Tips ketika terkena cacar terutama ketika dewasa. 
1. Jangan panik ketika ada gejala, tetap tenang dan catat gejala-gejala yang muncul seperti pegal, demam, sakit kepala dll. 
2. Konsultasikan segera kedokter di puskesmas atau dokter kulit untuk diagnosa yang tepat, jangan menunda-nunda apalagi sudah menyebar. 
3. Tetap mandi dua kali sehari, bisa dengan air hangat, sabun bayi atau anti bakteri, jangan lupa pakai shampoo
4. Jangan menggosok hingga cacar pecah, keringkan badan dengan handuk atau sarung dengan lembut. 
5. Isolasi diri, karena cacar sangat mudah menyebar terutama yang belum pernah cacar. 
6. Usahakan tidak memecah secara sengaja bintil cacar apalagi diwajah karena akan memberikan bekas yang lama hilang dan kulit seperti berlubang atau bopeng. 
7. Tetap sabar dalam menjalani perawatan. 

Semoga tulisan ini bermanfaat... Aamiin







Komentar