Oleh Muhammad Zulfitrah Dassir
Perkataan dan keinginan banyak kaum muslimin ketika memasuki Bulan Ramadhan yaitu ingin menjadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun lalu.
Yaa itu aku....
"Insya allah di Bulan Ramadhan Tahun ini, tidak ada puasa yang bolong, target membaca Alquran sekian juz, itikaf dimasjid, hafalan dst"
Tapi dikenyataan kita menemukan banyak fenomena semangat menggebu-gebu diawal Ramadhan dan seiring dengan hari demi hari di bulan Ramadhan semangatnya semakin berkurang, contohnya fenomena shaf yang semakin maju diakhir Ramadhan sebaliknya tempat perbelanjaan yang semakin ramai.
Fenomena-fenomena ini adalah hal yang manusiawi sebagai seorang manusia yang imannya kadang naik dan turun. Hetts, ini bukannya cari pembenaran ya...
Semangat di bulan Ramadhan bisa kita jaga dari awal hingga akhir jika kita CINTA dengan bulan Ramadhan. Tapi bagaimana kita cinta jika kita tidak kenal dengan bulan yang penuh berkah ini. Bahkan mungkin sebagian orang hanya menganggap puasa dibulan Ramadhan hanya sebagai rutinitas tahunan belaka, dimana di bulan Ramadhan ada libur panjang, banyak makanan atau bahkan musim mudik atau pulkam.
Itu pola pikir yang salah yaa... Jangan diikuti.
Saudaraku seiman, ternyata kita perlu tahu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan ISTIMEWA, MUSIM KEBAIKAN, dan bulan yang penuh BERKAH karena Rasulullah sendiri yang mengabarkan kepada para sahabatnya akan datangnya bulan Ramadhan. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah"
Apa makna bulan yang penuh berkah Saudaraku seiman? Ramadhan dikatakan bulan yang penuh berkah karena ia adalah bulan yang menjanjikan banyak hal, diantaranya dibukanya pintu-pintu langit, rahmat allah, hingga pintu-pintu surgapun dibuka. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Apabila Ramadhan datang, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu jahannam ditutup, syaitan-syaitan dibelenggu"
dalam riwayat yang lain, "dibukanya pintu-pintu rahmat" dan "dibukanya pintu-pintu jannah".
Dibukanya pintu-pintu langit, rahmat dan surga pertanda bahwa amal ibadah seseorang akan sangat mudah diterima dibulan tsb, rahmat Allah sangat mudah diturunkan bahkan seseorang sangat mudah untuk mendapatkan jaminan surga pada bulan Ramadhan.
Jadi sudah paham-kan tentang keberkahan bulan Ramadhan. Jadi sudah sepantasnya kita menjadikan bulan Ramadhan yang akan datang ini untuk berlomba-lomba meraih pahala sebanyak-banyaknya karena Allah menjanjikan ganjaran pahala yang berlimpah ruah.
Masuk dimateri inti, bagaimana kita memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan?
Jawabannya..... "PELIT TERHADAP WAKTU"
Apa maksudnya kita jangan menyianyiakan waktu dengan hal tidak bermanfaat selain ibadah. Contohnya begadang yang tidak bermanfaat, main game, nonton anime atau drama korea, atau bahkan kebanyakan tidur dengan dalih tidur di bulan Ramadhan itu ibadah.
Ini pernyataan yang benar juga sih...wkwk, tapi kita perlu luruskan selurus-lurusnya bahwa yang dimaksud tidur disini yaitu yang tidak berlebihan misalnya tidur siang (30-40 menit) atau qailullah yang juga merupakan sunnah nabi yang bermanfaat untuk mengumpulkan tenaga kita sehingga malamnya bisa mengikuti sholat tarawih dengan lebih khusyuk.
Waktu adalah perbekalah yang paling utama untuk seseorang bisa beribadah baik di bulan Ramadhan ataupun diluar bulan Ramadhan.
Jadi mari pelit terhadap waktu di bulan Ramadhan yaitu kita mengisi waktu kita dengan amal sholeh sepanjang waktu di bulan Ramadhan.
Langkahnya-langkahnya bagaimana ?
Pertama, niat yang ikhlas. Jadi, puasa bisa bernilai pahala sangat besar jika niat kita ikhlas karena Allah.
Kedua, pahami keutamaannya. Hadisnya, Allah melipatgandakan pahala anak adam 10 hingga 700 kali lipat. Kecuali Puasa, karena puasa adalah bagi Allah dan Allah yang akan memberikannya pahala sesuai yang Allah kehendaki.
Pada bulan Ramadhan juga kita mengenal malam lailatul qadr atau malam seribu bulan, dimana beribadah dimalam itu lebih baik dari seribu bulan, surah Al Qadr ayat ke 3.
Bahkan ada hadis yang mengisyaratkan bahwa pahala umrah dibulan Ramadhan sebanding dengan pahala haji atau haji bersama Rasulullah.
Masya allah... Luar biasa kebaikan didalam Bulan Ramadhan.
Ketiga, jauhi perbuatan dosa, meskipun peluang berbuat dosa dibulan Ramadhan tidak sebanyak diluar bulan Ramadhan tetapi sebagai manusia yang mempunyai hawa nafsu masih bisa tergelincir. Jadi komitmen didalam diri kita, bulan Ramadhan ini hanya fokus ibadah, semua hal-hal yang mengundang maksiat atau dosa harus saya jauhi.
Keempat, buatlah rencana program. Seperti target tidak tidur habis subuh, dzikir pagi dan sore, perbanyak sholat-sholat sunnah (dhuha, tahajjud, tarawih dan witir), target khatam Al-quran satu kali, atau beberapa kali sesuai kemampuan kita saat ini, isi juga dengan olahraga yang ringan seperti olahraga dirumah (push up dll), jalan-jalan subuh atau jogging ringan, hingga i'tikaf di 10 malam terakhir.
Kelima, perbanyak berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk beramal saleh di bulan Ramadhan.
Ayo manfaatkan bulan Ramadhan yang akan datang ini dengan berlomba-lomba melakukan kebaikan, fastabiqul khairat.
Komentar
Posting Komentar