Kembali Semangat Bangun Sholat Tahajjud

Oleh : Muhammad Zulfitrah Dassir

Futur Sholat Tahajjud menjadi cobaan yang sangat berat, barangkali hal ini disebabkan oleh dosa-dosa kita yang bisa saja menghalangi kita dari kebaikan. Sesuai yang saya rasakan teman-teman dalam proses naik turunnya iman dalam kehidupan ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan kita atau hal yang sering kita lakukan. Betul nasehat yang sering kita dengan kebiasaan akan membentuk watak seseorang. 

Tapi kenapa yaa... Dulu rajin sholat tahajjud dan sekarang sudah jarang atau hanya sekali-sekali saja. Setelah intropeksi diri, merenung hal ini saya kembali mengingat perbuatan-perbuatan dosa yang saya lakukan, dulu maupun saat ini, apakah ini efek dari dosa-dosa itu yang membuat saya terlalai dari banyak kebaikan. 

Ya... jawaban yang paling utama dalam permasalahan ini adalah BERTAUBAT dengan sungguh-sungguh dan niat ikhlas,  menyesali, dan berani meninggalkan perbuatan dosa itu. Dan setelah itu kembali memperbaiki ibadah-ibadah yang utama seperti sholat 5 waktu di masjid, usahakan jangan masbuk apalagi kebiasaan masbuk yang berarti kita meremehkan sholat kita, tidak sungguh-sungguh atau hanya menjadikannya rutinitas belaka. 

Selanjutnya, dengan niat yang ikhlas dan tambahkan doa diwaktu mustajab seperti diantara iqomah dan adzan agar kita dimudahkan dalam kebaikan. 

Yang tidak kalah penting yaitu membuang kebiasaan begadang apalagi tidak bermanfaat, kita perlu bersungguh-sungguh jika kita memang menganggap itu penting. 

Kata ustadz Khalid Basalamah bahwa Ibadah harus dipaksakan terlebih dahulu begitupun dosa harus kita paksakan untuk ditinggalkan. 

Jadi teman-teman yang membaca tulisan ini semoga dimudahkan untuk bangun sholat tahajjud, jadikan ibadah ini untuk kita merasa berduaan dengan Allah, sampaikan seluruh doa, harapan kita, sampaikan seluruh permasalah hidup kita. 

Ayo mulai luruskan niatmu, setel alarmnya sejam sebelum subuh, berdoa agar dimudahkan oleh Allah dan mulai dari rakaat yang tidak memberatkan seperti dua rakaat tahajjud dan satu rakaat witir. 

Pesan terakhir :  saya pernah dengar perkataan ulama bahwa jika kita tidak disibukkan dalam ketaatan maka kita akan disibukkan dengan hal maksiat atau yang tidak bermanfaat. 


 


Komentar