Oleh : Muhammad Zulfitrah Dassir
Lulus Sarjana S1 Tahun 2017 disalah satu kampus negeri di Sulsel, menjadi awal petualanganku memasuki dunia bermasyarakat setelah kuliah atau kata orang "welcome to the real world". Pekerjaan di Ktp yang dahulunya bisa menjadi pelindung sekaligus kebanggaan ketika bertemu keluarga besar atau teman masa berlakunya telah habis.
Dengan gelar atau title yang sudah didapatkan dan berusaha menjadi manusia dewasa yang tidak membebani orang tua menjadi beban tersendiri dipundakku yang kecil, apalagi saya orangnya terbilang kurus saat itu.
Awalnya Maret 2017 saya diwisuda. Seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya setelah menyelesaikan kuliah akan kembali di kampung adalah hal biasa untuk menghemat pengeluaran kosan dan mempersiapkan langkah selanjutnya.
Saya adalah tipikal orang yang mudah cemas, sehingga saya cenderung tidak bersantai-santai sehabis wisuda. Selain membantu Ibu yang bekerja sebagai guru SD menyiapkan administrasi untuk mengajar, menjaga keponakan, saya sering meluangkan tiap hari untuk ke Warkop, tujuannya bukan sekedar santai-santai tapi untuk mencari loker pekerjaan, menyiapkan CV hingga belajar teknik-teknik interview atau wawancara.
Berbagai macam loker saya coba mulai dari perusahaan-perusahaan yang sesuai jurusan saya seperti PT.Vale, PT. Pertamina, PT.Surveyor, PT.Semen Tonasa hingga perbankan seperi Outsorching di Bank BRI, bahkan saya pernah mengikuti seleksi pegawai Bank Indonesia sebagai kasir, yang Allah takdirkan, alhamdulillah saya jatuh di tahap Tes Kesehatan, satu langkah lagi saya akan sampai wawancara akhir dimana sebelumnya saya telah melewati tes administrasi, tes psikotes, tes wawancara psikotes selama kurang lebih 5 bulan, effort dan waktu yang cukup lama sehingga membuat saya sempat down, hingga stress karena kegagalan tsb.
Tapi, ternyata Allah mempunyai rencana yang baik bagi hambanya yang terus berusaha dan tidak menyerah....
Satu bulan setelah itu, sekitar bulan Agustus 2017 saya kembali kerutinitas biasa yaitu mencari loker pekerjaan dimana saat itu saya memberanikan diri mencari peluang pada Seleksi Masukan Sarjana TNI angkatan Darat yang berkasnya sangat-sangat banyak, saya juga mendaftar dengan ijazah SMA pada PT. KAI, ya betul PT..Kereta Api Indonesia di Jakarta hingga lulus administrasi dan persiapan berangkat seleksi.
Tak lama setelah itu yang ditunggu-tunggu akhirnya terbit yaitu Pembukaan Seleksi CPNS Tahun 2017....Jreng....jreng...
Dengan semangat dan harapan yang besar untuk menjadi PNS dan bekerja di Instansi Pemerintah, mendapatkan NIP menjadi motivasi utamaku sebagai pengangguran yang memiliki title sarjana.
Tapi kembali, kenyataan tak seindah yang ada di angan-angan, formasi Sarjana yang saya cita-citakan untuk bekerja di BMKG atau Bada Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika untuk lulusan Sarjanaku tidak ada dalam formasi.
Galau kembali menyertai hati yang masih labil ini, tapi sisa semangat yang ada terus mencari peluang yang ada untuk terus berjuang.
Akhirnya takdir mempertemukan saya dengan Formasi Penjaga Tahanan pada Kementerian Hukum dan HAM yang menerima kualifikasi lulusan setingkat SMA.
Perjalanan tidak semulus jalan tol, sempat orang tua menentang keputusan saya untuk mendaftar dengan formasi Penjaga Tahanan di Lapas/Rutan karena saat itu memang formasi ini masih asing ditelinga dan terlebih stigma negatif penjara yang di film-film adalah tempat berkumpulnya para penjahat, hehe. Ternyata yang di film hanya film, tidak semenakutkan dengan kenyataannya.
Saya tidak berputus asa saat itu karena memang saya tidak punya banyak pilihan selain mencoba segala peluang. Saya terus mencari dan bertanya di internet terkait Penjaga Tahanan atau Sipir Penjara, hingga saya menemumukan blog seorang sipir penjara saat itu (nama blognya dudukpalingdepan), yang memiliki cerita pengalaman mendaftar hingga menjadi petugas Lapaa, sayapun berinteraksi melalui email dan bertanya semua gundah dan kecemasan saat itu. Alhamdulillah respon kakaknya sangat baik dan beliau menjelaskan dan memberi semangat sehingga saya tidak ragu lagi dan bisa memberikan penjelasan kepada orang tua.
Akhirnya satu demi satu masalah mendapatkan solusi dan berhasil mendaftar CPNS 2017 formasi penjaga tahanan dan lulus administrasi.
Rintangan selanjutnya yaitu SKD yang menurut saya saat itu yang baru pertama ikut seleksi CPNS merupakan hal baru, tapi sebenarnya ya saya juga punya pengalaman ikut seleksi Sekolah Dinas dengan ujian SKD tapi belum mencapai passing grade.
Saat itu, semangat, upaya, kerja keras mempersiapkan SKD selama satu bulan menjadi budak SKD (TWK, TIU, TKP) hingga acara 17an dikampung terlewatkan dan hanya sorak sorak meriah terdengar hingga di rumah. Tiada hari tanpa persiapan hingga Try Out hampir tiap hari untuk mengukur kemampuan.
Saat seleksi SKD saya mendapat point 353 saat itu dan alhamdulillah lulus passing grade, rasa lelah dan capekpun terbayar saat itu meskipun masih hasil sementara tapi kegembiraan meliputi hati saya karena merasa bangga, meskipun banyak orang yang tidak lulus passing grade saat itu.
Perjuangan tidak berhenti sampai disitu masih ada seleksi SKB yaitu Kesamaptaan dan Wawancara. Kesamaptaan khususnya lari 12 menit dengan target point tinggi dan pull up yang awalnya tidak bisa sama sekali menjadi tantangan tersendiri untuk berlatih selama hampir dua bulan.
Alhamdulillah Kesamaptaan terlewati dengan hasil cukup baik meskipun tidak terlalu tinggi tapi saya masih masuk dalam jumlah formasi yang menurutku masih aman.
Tak lama, tiba di tes wawancara dimana saya tidak begitu gugup karena sebelumnya sudah berlatih dan memiliki pengalaman tersendiri dalam wawancara. Ada cerita menarik saat itu yaitu ada oknum yang menawari saya untuk diuruskan lulus katanya meskipun nilai kita tinggi tapi tidak ada yang urus maka susah untuk lulus. Saya hanya berkata dalam hati, kalau saya lulus berarti Allah yang mudahkan dan saya berkata kepadanya kurang lebih "maaf pak tidakji pak, kalau lulus berarti memang jalanku disini" sambil meninggalkannya karena adzan dhuhur juga sudah berkumandang.
Ada cerita menarik ketika wawancara, dimana saya ditanya mengapa sarjana mau daftar formasi SMA, apakah tidak menyesal nantinya ? Saya hanya menjawab Insya allah jika saya lulus pak berarti Allah mudahkan dan saya siap menanggung konsekuensi itu dan menjalani proses karier sebagai Petugas Lapas. Selain itu waktu ditanya mengenai keterampilan yang kebanyakan orang melakukan peragaan bela diri tetapi saya menampilkan Kultum, mungkin itu menjadi nilai plus ketika wawancara formasi Penjaga Tahanan.
Tibalah pengumuman di bulan september 2017, alhamdulillah saya dinyatakan lulus formasi CPNS Penjaga Tahanan di peringkat 80-an dengan formasi laki-laki 460-an, saya merasa bersyukur Allah mudahkan, percayalah jika takdirmu disitu maka tidak akan Allah persulit.
Spoiler :
-Pendaftaran CPNS 2017 terbuka dua gelombang dimana saya juga mengikuti gelombang kedua dengan memakai Ijazah s1 di Kementerian Pertanian dengan 1 formasi tapi qadarullah belum Allah mudahkan.
-Setelah pengumuman CPNS, saya tidak lagi melanjutkan pendaftaran di TNI dan KAI karena sudah bertekad jika lulus akan menjalani.
Semoga teman-teman yang berjuang dalam seleksi apapun itu atau berjuang untuk masa depan atau keluarga semoga Allah mudahkan. Aamiin.
Semoga kisah ini bermanfaat bagi pembaca.
Terima kasih, sampai jumpa di catatan berikutnya.
MasyaAllah.. Sy jadi terinspirasi buat nulis blog juga
BalasHapusGasskan akhi, barakllahu fiik.
Hapus